1. Petakan Trend
Pelajari grafik jangka panjang. Mulailah menganalisa grafik dengan time frame bulanan (Monthly) dan mingguan (weekly) yang memiliki area jangkauan beberapa tahun. Peta pasar yang berskala lebih besar menyediakan gambaran menyeluruh dan pandangan yang jauh lebih panjang. Setelah selesai menganalisis grafik jangka panjang, kemudian lakukan untuk jangka waktu daily dan intraday. Grafik jangka pendek jika digunakan sendirian akan memberikan gambaran palsu, walaupun trading hanya dilakukan dalam jangka waktu yang sangat pendek. Trading jangka pendek akan lebih baik jika searah dengan jangka menengah dan panjang.
2. Tentukan trend dan ikuti
Trend pasar dapat terbagi dalam banyak ukuran; jangka panjang, menengah dan pendek. Hal yang pertama yang harus dilakukan adalah memilih jangka waktu trading, kemudian menentukan grafik yang sesuai. Pastikan trading berjalan sesuai dengan arah trend. Beli diharga rendah ketika trend naik, sell rally ketika trend turun. Jika trading jangka menengah, gunakan grafik weekly dan daily. Jika trading jangka pendek/ day trading, gunakan grafik daily dan intraday. Dan dalam kasus ini, biarkan grafik jangka waktu yang lebih lama yang menentukan trend, dan gunakan grafik yang lebih pendek untuk menentukan waktu atau timing.
3. Temukan High dan Low
Temukan level support dan resistence. Tempat terbaik membeli adalah level terdekat dengan support. Support biasanya adalah level terendah reaksi harga sebelumnya (previous reaction low). Tempat terbaik menjual adalah level terdekat dengan resistance, biasanya adalah level puncak sebelumnya. Resisten yang berhasil dilewati biasanya akan menjadi level support setelah ketika pullback selanjutnya terjadi. Dengan kata lain, itu terjadi ketika harga tinggi yang lama menjadi harga terendah baru.
Dan hal yang sama berlaku bagi support yang terlewati.
4. Ketahui seberapa jauh harga berbalik
Ukur persentase koreksi. Koreksi pasar yang terjadi baik itu naik ataupun turun biasanya akan mengambil porsi yang cukup berarti dari pergerakan trend sebelumnya. 50% koreksi dari pergerakan sebelumnya adalah hal yang paling umum terjadi. Maksimum trend biasanya sebesar 2/3 atau 66%. Level koreksi yand disediakan fibonacci juga perlu diwaspadai. Area beli yang baik biasanya berada antara level koreksi 33% sampai 38%.
5. Gunakan garis trend
Gambar garis trend (trendline), karena ia merupakan hal yang paling mudah sekaligus alat grafik yang paling efektif.
Yang perlu dilakukan hanya menarik garis lurus antara titik ekstrim. Dalam downtrend, tarik garis dari titik tertinggi pertama hingga selanjutnya, karena harga biasanya akan pullback ke area garis tersebut sebelum melanjutkan trend kembali. Demikian juga sebaliknya.
6. Ikuti rata-rata
Ikuti kemana arah moving average. MA menyediakan sinyal buy dan sell yang objektif. Ia memberitahukan apakah trend yang terjadi sekarang masih berjalan dan membantu dalam memperkirakan perubahan trend. Kombinasi dari dua garis MA merupakan alat yang paling populer dalam mencari sinyal. Beberapa kombinasi populer diantaranya; MA 4 dan 9, MA 9 dan 18 dan MA 5 dan 20. Sinyal akan muncuk ketika MA pendek melewati MA yan lebih pangjang.
Dan karena MA merupakan indikator pengikut trend (trend following indicator), maka kinerja terbaiknya adalah pada saat trend terjadi.
7. Pelajari Titik Balik
Telusuri kegunaan oscillator. Oscillator membantu mengenali level overbought dan oversold. Jadi, jika MA memberikan konfirmasi terhadap perubahan trend, maka oscillator bekerja dalam gerak yang lebih cepat dan mampu memberikan sinyal bahwa pasar telah bergerak terlalu jauh dan akan segera berbalik arah. Dua dari oscillator yang paling populer adalah Relative Strength Index (RSI) dan Stochastic. Keduanya bergerak dalam sekala 0 hingga 100.
Pembacaan RSI yang berada diatas area 70 dikatakan overbought dan dibawah area 30 dikatakan oversold. Sementara untuk Stochastic, pembacaan overbought terjadi diatas area 80 dan oversold dibawah 20. Umumnya trader menggunakan periode 14 untuk stochastic dan 9 atau 14 untuk RSI.
Divergence yang terjadi pada oscillator juga sering memberikan tanda bagi pembalikan arah (reversal), dan alat ini memiliki kinerja terbaik pada saat harga mengalami ranging atau sideway. Reversal yang muncul pada grafik weekly, dapat memberikan filter yang baik bagi sinyal daily, dan pola yang muncul pada grafik daily dapat memberikan filter sinyal intraday.
8. Mengetahui sinyal peringatan
Gunakan MACD. Indikator Moving Average Convergence Divergence (MCD) menggabungkan sistem crossover moving average dengan elemen overbought dan oversold dari oscillator. Sinyal beli muncul ketika garis periode tercepat memotong turun garis periode lambat dibawah area nol. Dan sinyal beli muncul pada saat garis cepat memotong naik garis lambat diatas area nol.
MACD histogram memberikan gambaran perbedaan antara 2 garis dan dapat dijadikan sebagai tanda peringatan awal terjadinya perubahan arah.
9. Trend atau Bukan Trend
Gunakan ADX. Garis-garis Average Directional Movement Index (ADX) membantu untuk memperkirakan apakah harga sekarang sedang berada dalam trend atau bukan. Indikator ini mengukur tingkat sebuah trend atau arah harga yang sedang terjadi di pasar.
Kenaikan ADX Line, memberikan tanda kuatnya trend, sedangkan penurunan ADX Line memberikan tanda lemahnya trend. Naiknya ADX Line berarti sebaiknya menggunakan Moving Average, dan turunnya ADX Line, menganjurkan Anda untuk menggunakan Oscillator.
Melalui penggunaan ADX, trader diharapkan dapat menentukan gaya trading yang berbeda dan mampu menentukan oscillator yang paling sesuai dengan perilaku harga terakhir.
10. Mengenal Sinyal Konfirmasi
Masukkan juga volume dan open interest. Volume bergerak mendahului trend. Sangat penting untuk memastikan bahwa volume bertambah searah dengan trend. Dalam kondisi uptrend, volume lebih besar seharusnya dapat dilihat pada saat grafik harga mengalami kenaikan.
Kenaikan Open Interest memastikan bahwa dana segar sedang mendukung trend yang terjadi. Penurunan Open Interest seringkali memberikan peringatan akan dekatnya akhir dari sebuah trend.
Uptrend yang solid seharusnya dikawal oleh kenaikan volume dan open interest.


0 komentar:
Posting Komentar